Sistem Sirkulasi

SISTEM PEREDARAN DARAH

 Berupa Sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Sistem peredaran darah berfungsi antara lain: ü  Mensuplai O2 dan sari makanan ke seluruh jaringan tubuh ü  Membawa CO2 ke paru-paru ü  Mengembalikan sisa metabolisme ke ginjal ü  Menjaga suhu tubuh ü  Mendistribusi hormon untuk mengatur fungsi sel-sel tubuh Sistem peredaran darah manusia melibatkan darah, jantung, dan pembuluh darah. Darah Terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Secara umum, fungsi darah adalah: ü  Mengangkut O2, sari makanan, dan sisa metabolisme tubuh ü  Mempertahankan tubuh dari bibit penyakit ü  Mengedarkan hormon untuk proses fisiologis ü  Menjaga kesetimbangan asam basa jaringan tubuh Plasma darahBagian darah yang cair. Terdiri dari 91,5% air dan 8,5% zat-zat terlarut. Didalamnya terlarut molekul-molekul, ion natrium dan ion klorida. Ion-ion dan molekul akan membantu proses peredaran zat-zat lainnya. Sekitar 7% plasma darah terdiri dari molekul-molekul protein, yaitu serum albumin, serum globulin, dan fibrinogen (komponen untuk proses pembekuan darah). Serum adalah cairan darah yang tidak mengandung fibrinogen. Protein plasma juga berfungsi sebagai antibodi. Antibodi adalah protein yang dapat mengenali serta mengikat antigen tertentu. Sedangkan antigen adalah molekul (protein) asing yang memacu pembentukan antibodi. Antibodi berasal dari globulin di dalam sel-sel plasma. Antibodi bekerja melalui 2 cara, yaitu menyerang langsung bibit penyakitnya, atau mengaktifkan komponen lain untuk merusak bibitnya. Antibodi dapat melemahkan bibit penyakit dengan beberapa cara berikut:

  1. Aglutinasi, terbentuknya gumpalan-gumpalan yang terdiri dari struktur besar berupa antigen pada permukaannya atau sel-sel darah merah.
  2. Presipitasi, terbentuknya molekul besar antara antigen yang larut dengan antibodi sehingga terjadi pengendapan
  3. Netralisasi, antibodi  akan menutupi tempat-tempat yang toksik dari agen penyebab penyakit.
  4. Lisis, beberapa antibodi yang kuat akan langsung menyerang membran sel bibit penyakit sehingga menyebabkan kerusakan.

Sel-sel DarahSel-sel darah dikelompokan menjadi 3, yaitu Eritrosit, Leukosit, dan Trombosit.

  • Eritrosit (sel darah merah)

          

Eritrosit normal berbentuk cakram bikonkaf berdiameter 8m dan tidak bernukleus. Pada pria dewasa, terdapat 5,4 juta sel per μL, sedangkan pada wanita sekitar 4,8 juta sel per μL. Jumlah sel darah bervariasi berdasarkan jenis kelamin dan perbedaan usia. Setiap eritrosit mengandung hemoglobin. Hemoglobin adalah protein pigmen yang memberi warna merah pada darah. Hemoglobin terdiri dari protein (globin) dan pigmen non protein (heme). Fungsi hemoglobin adalah mengikat O2serta mengangkutnya dari paru-paru membentuk oksihemoglobin. Pembentukan eritrosit disebut eritropoiesis. Eritropoiesis terjadi di sumsum tulang. Pembantukannya diatur oleh hormon eritropoietin. Sedangkan perombakannya terjadi di hati dan limpa sekitar 120 hari sekali dengan cara ditelan oleh sel-sel fagosit. Hemoglobin akan dirubah menjadi bilirubin (pigmen empedu). Zat besi tidak dirombak, namun digunakan lagi untuk pembuatan eritrosit berikutnya.

  • Leukosit (sel darah putih)

Terdapat didalam darah manusia dengan jumlah sekitar 5000–10.000 μL darah. Usianya sekitar 12 hari. Leukosit keluar dari pembuluh kapiler apabila ada antigen. Leukosit yang melawan antigen disebut antibodi. Leukosit memiliki sebuah nukleus, tidak berwarna, dan menunjukan gerakan amuboid. Dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu granulosit (bergranuler), dan agranulosit (tidak bergranuler). Leukosit granulosit dibagi menjadi 3, yaitu Neutrofil, Basofil, dan Eosinofil, sedangkan leukosit agranulosit dibagi menjadi 2, yaitu monosit dan limfosit. Neutrofil memiliki 2 ruang sampai 5 ruang(lobus). Neutrofil bersifat fagosit dengan cara masuk ke jaringan yang terinfeksi. Saat mendekati suatu partikel untuk difagositosis, sel-sel neutrogil mendekeat ke reseptor pada partikel, kemudian membuat ruangan tertutup yang berisi partikel-parikel yang sudah difagositosis. Setelah itu ruangan tersebut akan melekuk ke dalam rongga sitoplasma dan melepaskan diri dengan luar membran sel membentuk gelembung fagositik  yang mengapung dengan bebas. Sebuah sel neutrofil memfagositosis 5-20 bakteri sebelum sel neutrofil menjadi inaktif dan mati. Basofil memiliki nukelus berbentuk S dan bersifat fagosit. Basofil melepaskan heparin dan histamin ke dalam darah. Heparin adalah mukopoliskadarida yang banyak terdapat di dalam hati paru-paru dan hati. Heparin dapat mencegah pembekuan darah. Lalu Histamin adalah suatu senyawa yang disebabkan reaksi terhadap antigen yang sesuai. Eosinofil memiliki nukleus yang terdiri dari dari dua lobus dan bersifat fagosit (fagositosis yang beersifat lemah). Eosinofil cenderung berkumpul dalam suatu jaringan yang mengalammi reaksi alergi. Eosinofel dianggap dapat mendetoksifikasi toksin penhyebab radang pada rahang.  Eosinofil dilepaskan oleh sel basofil/jaringan yang rusak Monosit berbentuk tapal kuda atau ginjal. Memiliki 1 nukleus yang besar. Dapat berpindah dari aliran darah ke jaringan. Didalam jaringgan itu, monosit (membesar) bersifat fagosit dan menjadi makrofag. Makrofag ini bersama neutrofil merupakan leukosit fagosit utama dan paling panjang umurnya, serta paling efektif. Limfosit  berbentuk seperti bola. Dibentuk di sumsum tulang. Terdapat 2 jenis limfosit, yaitu Limfosit B dan limfosit T. Limfosit yang berkembang di sumsum tulang menjadi limfosit B, sedangkan limfosit yang berpindah ke timus berkembang menjadi limfosit T. Limfosit B berperan dalam pembentukan antibodi, sedangkan limfosit T berperan dalam menghancurkan sel virus. Monsoit memiliki nukleus

  • Trombosit (keping darah)

Trombosit berbentuk bulat kecil dengan diameter 2-4 μm dan tidak memiliki inti. Trombosit dibentuk dalam sumsum tulang dari megakarosit. Megakarosit adalah trombosit yang sangat besar dalam sumsum tulang belakang. Jumlah Trombosit dalam darah adalah sekitar 150.000-400.000 butir per mikroliter darah. Trombosit memiliki jangka waktu hidup 5-9 hari. Trombosit yang sudah mati akan diambil dari peredaran darah, terutama oleh makrofag jaringan. Trombosit berperan dalam pembekuan darah. Jika ada luka, maka trombosit pada permukaan luka akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase. Enzim ini akan mengubah protrombin menjadi trombin dengan bantuan ion Ca2+. Trombin adalah enzim yang mengkatalis perubahan fibrinogen menjadi fibrin. Pembentukan benang-benang fibrin akan menutup luka. Golongan Darah dan Transfusi Darah Golongan Darah Membran eritrosit mengandung 2 antigen, yaitu tipe A dan tipe B. Antigen ini disebut aglutinogen. Sebaliknya, antibodi dalam plasma darah akan bereaksi spesifik terhadap antigen A atau antigen B yang dapat menyebabkan penggumpalan (aglutinasi) eritrosit. Aglutinogen A memiliki enzim glikosil transferase yang mengandung asetil glukosamin pada rangka glikoproteinnya. Sedangkan Aglutinogen B mengandung enzim enzim galaktosa pada rangka glikoproteinnya. Aglutinogen AB adalah golongan yang memiliki kedua jenis enzim tersebut. Karl Landsteiner (1868-1943) mengelompokan golongan darah manusia. Berdasarkan ada-tidaknya aglutinogen, darah dibedakan menjadi golongan A, B, AB, dan O. ü  Golongan darah A mengandung Aglutinogen A dan aglutinin b dalam plasma darah ü  Golongan darah B mengandung Aglutinogen B dan aglutinin a dalam plasma darah ü  Golongan darah AB mengandung Aglutinogen A dan B, dan plasma darah tidak memiliki aglutinin. ü  Golongan darah O tidak memiliki Aglutinogen A dan B, dan plasma darah memiliki aglutinin a dan b. Cara lain dalam mengelompokan golongan darah adalah dengan metode Rhesus (Rh). Terdapat 6 tipe antigen Rh. Salah satunya antigen tipe-D, yang bersifat sangat antigenik. Orang yang memiliki antigen ini dikatakan Rh positif. Penggolongan darah yang lain yang digunakan adalah metode MN. Metode ini didasari bahwa jenis antigen M dan N tidak menghasilkan aglutinasi di dalam darah. Transfusi darah Alat-alat peredaran darah Alat peredaran darah manusia terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Jantung Jantung memiliki 3 lapisan, yaitu endokardium, miokardium, dan perikardium. Endokardium merupakan selaput yang membatasi ruangan jantung. Lapisan ini mengandung pembuluh darah, saraf, dan cabang-cabang dari sistem peredaran darah ke jantung. Miokardium merupakan otot-otot jantung yang terdiri dari berkas-berkas otot. Perikardium merupakan selaput pembungkus jantung. Jantung merupakan alat pemompa darah yang terdiri dari dua pompa, yaitu jantung kiri dan jantung kanan. Jantung kiri memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan jantung kanan memompa darah ke paru-paru. Jantung terdiri dari 2 bilik dan 2 serambi serta 2 katup, yaitu bikus pidalis (kiri), dan trikus pidalis (kanan). Katup berfungsi untuk menutup agar darah tidak masuk kembali kedalam serambi. Tekanan darah menunjukan tekanan dalam arteri utama. Tekanan saat jantung mengembang (darah masuk) disebut diastol. Sedangkan saat jantung mengempis (darah keluar) disebut sistol. Tekanan darah dapat diujur dengan tensimeter. Tekanan darah pada orang normal adalah 120 (sistol)/80(diastol). Pembuluh darah Pembuluh darah manusia dibagi menjadi 3, yaitu pembuluh arteri (pembuluh nadi), pembuluh vena (pembuluh balik), dan pembuluh kapiler. Arteri Arteri merupakan pembuluh dengan dinding tebal, kuat, dan elastis. Terletak agak didalam kulit. Arteri mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, sehingga arteri membawa darah kaya O2. Arteri yang berpangkal di bilik kiri disebut aorta (pembuluh darah terbesar). Arteri yang bertemu dengan kapiler disebut arteriol. Satu arteri yang mengalirkan darah kaya CO2 adalah arteri pulmonalis, yaitu arteri dari bilik kanan menuju paru-paru. Vena Vena adalah pembuluh dengan dinding tipis, dan tidak elastis. Terletak dekat permukaan tubuh. Vena yang mengalirkan darah dari seluruh tubuh disebut vena kava. Venula adalah bagian vena yang berhubungan dengan kapiler. Pada umumnya membawa darah kaya CO2 kacuali vena pulmonalis yang membawa darah kaya O2 dari paru-paru ke serambi kiri. Kapiler Kapiler adalah pembuluh darah kecil dengan dinding tipis, dan tidak memiliki otot. Kapiler menghubungkan arteri dengan vena. Disini terjadi pertukaran gas O2 dengan CO2. Selain itu juga terjadi pertukaran cairan, makanan, hormon, dan bahan lainnya. Sistem peredaran Darah Peredaran darah pada manusia adalah peredaran darah tertutup, karena setiap darah yang dialirkan ada didalam pembuluh darah. Selain itu, darah beredar melewati jantung dua kali dalam satu kali peredaran darah, sehingga disebut peredaran darah ganda. Peredaran darah dibagi menjadi dua macam, yaitu peredaran darah pulmonalis (peredaran darah kecil) dan peredaran darah sistemik (peredaran darah besar). Sistem peredaran darah sistemik (besar) melalui jantung (bilik kiri), darah dipompa ke seluruh tubuh, lalu darah masuk kembali ke jantung (serambi kanan). Sedangkan peredaran darah pulmonalis (kecil) hanya dari jantung (bilik kanan), darah dipompa ke paru-paru untuk pertukaran gas CO2 dengan O2, dan setelah itu, darah kembali lagi ke jantung (serambi kiri). SISTEM LIMFATIKSistem limfatik adalah sistem tubuh yang berperan utama dalam menghasilkan imunitas (kekebalan tubuh). Sistem limfatik tersusun dari cairan limfatik yang mengalir dalam pembuluh limfatik, organ & jaringan limfatik, serta sumsum tulang merah. Sistem limfatik memiliki 3 fungsi, yaitu:

  1. Mengalirkan cairan interstitial. Mengalirkan kelebihan cairaninterstitial yang berasal dari ruang antar sel.
  2. Mentranspor lemak dari makanan. Mentranspor lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K) untuk dialirkan ke darah.
  3. Memfasilitasi reaksi imun. Membangkitkan reaksi spesifik yang sangat tinggi terhadap mikroorganisme atau sel yang abnormal. Limfosit dibantu makrofag akan mengenali sel asing tersebut dan menghancurkannya.

Pembuluh Limfatik Dimulai dari kapiler limfatik. Kapiler limfatik terdapat di seluruh tubuh, kecuali jaringan yang tidak berpembuluh. Kapiler limfatik memiliki sifat unik yang menyebabkan cairan interstitial dapat masuk tetapi tidak dapat keluar. Pada usus halus, kapiler limfatik mengalami spesialisasi yang disebut lakteal. Lakteal membawa lemak dan cairan limfe kedalam pembuluh limfatik dan akhirnya masuk dalam darah. Kapiler-kapiler limfatik akan berkumpul dan membentuk pembuluh limfatik yang lebih besar. Melalui pembuluh limfatik, cairan limfe disalurkan ke dua saluran utama, yaitu pembuluh limfe kanan dan pembuluh limfe kiri. Jaringan dan Organ Limfatik Jaringan dan organ limfatik tersebar luas di seluruh tubuh. Jaringan dan organ limfatik dibedakan menjadi dua berdasarkan fungsi, yaitu organ limfatik primer, dan organ serta jaringan limfatik sekunder. Organ limfatik primer meliputi sumsum tulang merah dan kelenjar timus. Organ dan jaringan limfatik sekunder meliputi nodus limfe, limpa, dan nodulus limfatikus. Sumsum tulang merah Terdapat didalam tulang pipih dan epifise tulang pipa pada orang dewasa. Sumsum tulang merah adalah tempat pembentukan limfosit. Kelenjar timus Biasanya memiliki 2 lobus. Terletak dibagian atas tulang dada. Tiap lobus terdiri dari bagian korteks dan medula. Korteks tersusun dari sel limfosit dan sel epitel, sedangkan medula tersusun dari sel epitel. Kelenjar timus memproduksi hormon yang berfungsi dalam pematangan limfosit T. Nodus limfe Sekitar 600 organ yang berbentuk seperti kacang dan terletak disepanjang pembuluh limfe disebut nodus limfe. Nodus limfe mengandung sel limfosit B dan T. Kedua limfosit tersebut berperan dalam menghancurkan berbagai senyawa dan sel asing, juga berfungsi dalam penyaringan cairan limfe saat cairan melewati nodus limfe. Limpa Berbentuk oval. Limpa adalah organ limfatik terbesar di dalam tubuh (12cm) dan terletak diantara perut dan diafragma. Limpa terdiri dari begian yang disebut pulpa putih dan pulpa merah. Pulpa putih mengandung limfosit dan makrofag, sedangkan pulpa merah mengandung pembuluh darah. Sel limfosit akan menjalankan tugas imun terhadap pantogen-pantogen yang terdapat dalam darah. Nodulus Limfatikus Merupakan sekumpulan jaringan limfatik yang tersebar di sepanjang jaringan ikat yang terdapat pada membran mukus. Letak nodulus limfatikus sangat strategis untuk berperan dalam respon imun melawan zat asing yang masuk tubuh melalui pencernaan atau pernapasan. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Sirkulasi Manusia Anemia Keadaan kekurangan eritrosit. Penyebab berupa hilangnya darah secara cepat atau terlalu lambatnya produksi eritrosit. Anemia Sel Bulan Sabit Apabila hemoglobin berhubungan dengan konsentrasi O2 yang rendah, maka hemoglobin akan mengkristal didalam eritrosit membentuk bulan sabit. Penyebab berupa genetik. Talasemia Tipe anemia herediter dimana sel-selnya tidak mampu mensintesis rantai polipeptida. Rantai polipeptida dibutuhkan untuk membentuk Hemoglobin. Hemofilia Berupa gejala pendarahan yang sulit dihentikan. Penyakit yang diturunkan melalui kromosom wanita. Leukemia Produksi leukosit yang bersifat ganas, sehingga menurunkan produksi sel darah lainnya dan meningkatkan konsentrasi leukosit dalam darah. Pengobatan dapat dilakukat dengan sinar X, kemoterapi, atau kadang transplantasi sel mieloid. Jantung koroner Disebabkan oleh gangguan aliran darah pada pembuluh darah koroner (arteri dan vena dari dan ke jantung). Pemicunya biasanya adalah arteriosklerosis, yaitu pengerasan pembuluh nadi akibat pengendapan lemak. Hipertensi Disebut juga tekanan darah tinggi adalah saat tekanan darah seseorang diatas 140/99. Hipertensi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah dan tersumbatnya arteri di otak yang mengakibatkan stroke, kerusakan otak, atau bahkan kematian. Sistem Sirkulasi Hewan Sistem Sirkulasi Vertebrata Ikan Berupa sistem peredaran darah tertutup dan tunggal. Jantung ikan terdapat 2 ruangan, yaitu satu serambi dan satu bilik. Katak Berupa sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Jantung katak terdiri dari 3 ruangan, yaitu 2 serambi dan 1 bilik. Reptil Berupa sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Jantung reptil terdiri dari 4 ruangan, yaitu 2 serambi (kiri dan kanan) dan 2 bilik (kiri dan kanan). Jantung reptil lebih berkembang dari hewan lainnya. Burung Berupa sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Jantung burung berbentuk kerucut terbalik dan terbungkus oleh selaput jantung, dan terbagi kedalam 4 ruangan, yaitu 2 bilik (kanan dan kiri), dan 2 serambi (kanan dan kiri). Sistem Sirkulasi Invertebrata Cacing Menggunakan sistem gastrovaskuler, yaitu sistem pencernaan yang berfungsi juga sebagai sistem sirkulasi. Sistem gastrovaskuler yang bercabang-cabang membuat pengedaran makanan lebih luas dan lebih efisien. SeranggaBerupa sistem peredaran darah terbuka. Jantung belalang berbentuk tebung panjang dengan beberapa gelembung pembuluh, atau disebut juga jantung pembuluh. Sistem pertukaran gas dilakukan dengan sistem trakea.

Berikut ini merupakan video yang akan menjelaskan tetntang sistem sirkulasi, semoga melalui video ini adna dapat lebih mudah memahami ba ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s