Sistem Reproduksi

Sistem Reproduksi

Tujuan utama mahluk hidup melakukan reproduksi adalah untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Sistem reproduksi manusia dibedakan menjadi 2 yaitu sistem reproduksi pria dan sistem reproduksi wanita.

SISTEM REPRODUKSI PRIA

Sistem reproduksi pria meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis, dan hormon-hormon dalam pria. Organ reproduksi pada pria dibedakan menjadi 2 macam yaitu organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.

Organ reproduksi dalam

Organ reproduksi dalam pada pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran, dan kelenjar asoris.

Testis atau gonad jantan berbentuk oval dan terletak dalam skrotum / kantung pelir. Testis berjumlah sepasang (testes = jamak). Diantara testis ini dibatasi oleh suatu sekat jaringan ikat dan otot polos. Fungsi testis secara umum merupakan alat reproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testosteron. Testis mengandung pintalan tubulus seminiferus. Dindingnya tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal. Jaringan epitelium germinal berfungsi pada saat spermatogenesis atau proses pembentukan sperma. Sperma kemudian dilepaskan dari lapisan teratas epitelium germinal ke dalam lumen (ruang) pada tubulus seminiferus. Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis yang disebut lobulus testis. 1 testis mengandung sekitar 250 lobulus testis.

Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra.

  • Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skortum yang keluar dari testis. Oleh karena itu epididimis berjumlah sepasang. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.
  • Vas deferens / saluran sperma merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju ke vesikula seminalis.
  • Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung senen dengan uretra dan saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra
  • Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung senen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.

 

 

Kelenjar asesoris memproduksi getah kelamin yang akan ditambahkan kepada sperma ketika melalui saluran pengeluaran. Getah-getah dari kelenjar asesoris berfungsi untuk mepertahankan hidup dan pergerakan sperma. Kelenjar asesoris / kelenjar kelamin terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar Cowper.

  • Vesikula seminalis / kantung senen merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikla seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma
  • Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam, dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma
  • Kelenjar Cowper / kelenjar bulbouretra merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar ini juga menghasilkan getah yang bersifat basa.

Organ reproduksi luar

Organ reproduksi luar pria terdiri dari penis dan skrotum. Penis teridiri dari 3 rongga yang berisi jaringan spons. 2 rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. 1 rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum. Korpus spongiosum membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis ereksi. Skrotum merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan kiri. Di antara skrotum tersebut dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos. Otot polos ini dikenal sebagai otot dartos. Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengendur dan mengerut. Selain otot dartos, di dalam skrotum juga terdapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Spermatogenesis membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah dari suhu tubuh.

Spermatogenesis

Proses pembentukan sperma terjadi di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, hal ini bertujuan untuk membentuk sperma fungsional. Sel sperma yang telah matang disimpan di dalam epididimis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal / sel epitel benih yng disebut spermatogonia. Spermatgonia terletak di 2 sampai 3 lapisanluar sel-sel epitel tubulus seminiferus. Spermatogonia terus membelah untuk memperbanyak diri. Sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap dan perkembangan tertentu untuk membentuk sperma. Tahap pertama adalah spermatogonia yang bersifat diploid, berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A. Spermatogonia tipe a ini membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Setelah beberapa kali membelah, sel-sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid. Setelah melewati beberapa minggu, setiap spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk 2 buah spermatosit sekunder yang bersifat haploid. Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk 4 spermatid. Spermatid merupakan calon sperma yang belum memliki ekor dan bersifat haploid. Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa. Proese perubahan ini dinamakan spermiasi. Ketika spermatid di bentuk pertama kali, spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Namun setelat spermatid memanjang menjadi sperma, maka akan terlihat bentuk kepada dan ekornya. Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal disebut akrosom. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase. Enzim ini berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum. Pada ekor sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian tengah sperma. Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma. Semua tahap-tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-sel sertoli. Sel-sel sertoli ini berfungsi untuk menyediakan makanan dan mengandung proses spermatogenesis.

Hormon pada pria

  • Testosteron, disekresi oleh sel-sel leydig yang tedapat diantara tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk spermatosit sekunder
  • LH (Luteinizing Hormone), berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresikan testosteron.
  • FSH (Follice Stimulating Hormone), berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma tidak akan terjadi.
  • Estrogen, dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testosteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan tubulu seminiferus.
  • Hormon pertumbuhan, berfungsi untuk metabolisme testis, secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.

 

SISTEM REPRPODUKSI WANITA

Sistem reproduksi wanita juga dibagi menjadi 2 yaitu organ reproduksi bagian dalam dan organ reproduksi bagian luat

Organ reproduksi dalam

Organ reproduksi bagian dalam pada wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi. Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3-4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Ovarium berperan secara begantian menghasilkan ovum. Secara umum setiap hari ovarium menghasilkan 28 ovum. Ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Ovum yang dihasilkan bergerak ke saluran reproduksi. Saluran reproduksi wanita terdiri dari :

  • Oviduk, berjumlah sepasang dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk disebut infundibulum (berbentuk corong). Pada infudibulum terdapat jumbai-jumbai / fimbrae. Fimbrae ini berfungsi untuk menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Oviduk berfungsi menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.
  • Uterus, merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks. Berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus uga terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang terususun dari beberpa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus, menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi dan meluruh pada saat menstruasi
  • Vagina, merupakan saluran akhir. Vagina bermuara pada vulva, memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terlua berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot, dan bagian terdalam merupakan jaringan ikat berserat.

 

Organ reproduksi luar

Organ reproduksi luar pada wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah terluar dari organ kelamin wanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis merupakan daerah atas dan daerah terluar yang banyak mengandung jaringan lemak. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor. Di dalam labium mayor terdapat lipatan labium minor yang juga berjumlah sepasang. Labium mayor dan labium minor berfungsi untuk melindugi vagina. Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Meskipun klitoris tidak sama persis dengan penis pada pria, namun klitoris mengandung korpus kavernosa. Terdapat juga banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa di klitoris. Pada vulva juga bermuara 2 saluran yaitu saluran uretra dan saluran kelamin. Pada daerah dekat saluran vagina terdapat himen. Himen merupakan selaput mukosa yang banyak mengandung pembukuh darah.

Oogenesis

 

Hormon pada wanita

 

Fase menstruasi, terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Turunnya hormon-hormon ini menyebabkan terlepasnya ovum dan dinding uterus yang menebal. Lepasnya ovum menyebabkan endometrium sobek / meluruh, sehingga dindingnya menjadi tipis. Peluruhan pada endometrium ini menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata sekitar 50 ml.

Fase pra-ovulasi, merupakan tahap akhir dari proses menstruasi. Hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin. Gonadotropin merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi 1 oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh hingga hari ke 14 dan folikel menjadi matang dengan ovum di dalamnya. Folikel ini juga melepaskan hormon estrogen, adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali esl-esl penyusun dinding dalam uterus. Peningkatan konsentrasi estrogen selama pertumbuhan folikel ini juga memperngaruhi serviks untuk mengeluarkan lender yang bersifat basa dan lender ini berfungsi untuk menetralkan sifat asam di dalam serviks agar mendukung kehidupan sperma.

Fase ovulasi

Pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi sperma, umumnya ovulasi ini terjadi pada hari ke 14.

Fase pasca ovulasi

Folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen dan progesteron. Progesteron ini mendukung kerjanya estrogen dengan menebalkan dinding-dinding  dalam uterus dan menumbuhkan pembuluh darah pada endometrium. Funsi progesteron juga berguna menyiapkan penamaman zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan. Kejadian berlangsung pada hari ke 15 sampai hari ke 28. Jika pada hari ke 26 tidak terjadi pembuahan maka korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan ini memiliki produksi estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga konsentrasinya rendah juga. Hipofisis akan menjadi aktif, sehingga menyebabkan fase mesntruasi berikutnya.

Fertilisasi

 

Proses fertilisasi terjadi di dalam oviduk pada organ reproduksi dalam wanita, pertama-tama sel sperma mengelilingi oosit sekunder. Kedua ekor sperma berdegenerasi dan nukleusnya membesar. Ketiga nucleus sperma berfusi dengan nucleus ovum. Setelah itu terbentuk zigot.

Kehamilan

Di dalam kehamilan ini terdapat beberapa proses. Zigot akan membelah berkali-kali secara mitosis dan hasil pembelahan tersebut berupa sekelompok sel yang berukuran sama degnan bentuk seperti buah arbei disebut tahap morula. Morula akan membelah hingga membentuk blastosit. Tahap ini dinamakan tahap blastula degnan rongga di dalamnya disebut blastocoel. Terdapat juga sel-sel luar blastosit, yaitu merupakan sel-sel trofoblas yang akan membantu implantasi blastosit pada uterus dan sel-sel ini berfungsi sebagai kait. Dari sel-sel ini akan membentuk berbagai membran kehamilan dan plasenta. Terdapat berbagai membrane kehamilan yaitu

  • Sakus vitelinus, adalah membrane berbentuk kantung yang pertama kali dibentuk dari perluasan lapisan endoderm. Disini juga merupakan tempat terjadinya pembentukan sel-sel darah dan pembuluh darah pertama embrio.
  • Korion, merupakan membrane terluar yang melingkupi embrio. Korion membentuk vili korion di dalam endometrium. Vili korion ini berisi pembuluh darah embrio yang berhubungan dengan pembuluh darah ibu yang banyak terdapat pada endometrium usus. Korion dengan jaringan endometrium ini membentuk plasenta sebagia pemberi nutrisi bagi embrio.
  • Amnion, merupakan membrane langsung melingkupi embrio dalam suatu ruang berisi cairan amnion. Cairan ini berfungsi untuk menjaga agar embrio dapat bergerak dengan bebas, juga melindungi embrio dari perubahan suhu drastis serta guncangan dari luar.
  • Alantois merupakan membran pembentuk tali pusar, tali pusar ini menghubungkan embrio dengan plasenta pada endometrium uterus ibu. Di dalam alantois ini juga terdapat pembuluh darah yang menyalurkan zat makann dan oksigen dari ibu dan mengelarkan sisa metabolisme.

Sel-sel bagian dalam blastosit ini akan berkembang menjadi bakal embrio. Pada bakal embrio terdapat lapisan jaringan dasar yang terdiri dari lapisan luar (ectoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Permukaan ectoderm melekuk sehingga membentuk lapisa tengah(mesoderm). Selanjutnya ketiga lapisan ini akan berkembang menjadi organogenesis pad minggu keempat samapi minggu ke delapan. Ectoderm akan membentuk saraf, mata, kulit, dan hidung. Mesoderm akan membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limpa, dan kelenjar kelamin. Endoderm akan membentuk organ-organ yang berhubungan langsung dengan system pencernaan dan pernapasan. Lalu pada saat fase fetus mulai pada minggu ke Sembilan dan mulai terjadi penyempurnaan berbagai organ dan pertumbuhan tubuh yang pesat.

Persalinan

Merupakan proses melahirkan bayi. Pada proses ini secara perlahan-lahan uterus menjadi lebih peka sampi akhirnya berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan. Terdapar hormone-hormon yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus yaitu estrogen, oksitosin, prostaglandin, dan relaksin. Terdapat juga factor mekanis yaitu peregangan pada otot uterus dan serviks.

Laktasi

Pemberian air susu yang berasal dari sepasang kelenjar susu. Air susu ibu ini merupakan makanan tunggal yang mampu memenuhi kebutuhan bayi untuk tumbuh selama 6 bulan pertama. Keuntungannya bagi bayi adalah sebagai asupan gizi bayi, memenuhi perkembangan dan kebutuhan bayi, memberi antibody kepada bayi secara alami, meningkatkan IQ anak, dan terbentuknya ikatan yang kuat antara ibu dengan bayinya.

Pemberian air susu ini member keuntungan kepada ibu juga yaitu mengurangi berat badan yang bertambah besar pada saal kehamilan, memudahkan ibu agar tidak ada botol yang perlu dipakai yang harus dicuci dan steril,merupakan kontrasepsi alami, dapat menekan ovulasi, dan menyusui juga dapat menghemat keuangan keluarga sambil memberikan nutrisi yang terbaik bagi bayi.

 

 

Gangguan pada system reproduksi wanita

Gangguan menstruasi, dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu amonore primer dan amonore sekunder. Amenore primer ini adalah tidak terjadinya proses menstruasi sampai umur 17 tahun atau tidak ada tanda-tandat perkembangan seksual sekunder. Amenore sekunder ini adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih kepada orang yang telah mengalami siklus menstruasi.

Kanker vagina, tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi iritasi yang disebabkan oleh virus , pengobatannya dilakukan dengan laser atau kontrasepsi.

Kanker serviks, merupakan keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan sel epitel serviks, penangannya dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, seperti bagian atas vagina, dan kelenjar limfe panggul.

Kanker ovarium, memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan, atau mengalami pendarahan vagina yang abnormal. Penangannya dengan kemoterapi atau pembedahan.

Endometriosis, keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di kuar uterus yaitu tumbuh disekitar ovarium, oviduk, atau jauh di luar uterus mislanya paru-paru. Gejalanya adalah nyeri perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri pada saat menstruasi. Jika tidak ditangani dapat menyebabkan sulit kehamilan. Penangannya dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi, atau bedah laser.

Infeksi vagina, berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi ini menyerang wanita pada usia produktif. Penyebabnya adalah hubungan kelamin terutama bila suami terkena infeksi, jamur, atau bakteri.

Gangguan pada system reproduksi pria

Hipogonadisme, merupakan penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan infeksi hormon, seperti hormone androgen dan testosteron. Gangguan ini dapat menyebabkan impotensi, infertilitas, dan tidak ada tanda-tanda kepriaan. Penanganan dengan terapi hormone.

Kriptorkidisme, merupakan kegagalan 1 atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang testosteron. Jika belum turun dilakukan pembedahan.

Uretritis, peradangan uretra dengan gejala gatal pada penis dan sering buang air kecil, organism yang paling sering menyebabkan ini adalah virus herpes

Prostatitis, merupakan peradangan prostat penyebabnya dapat berupa bakteri maupun bukan bakteri seperti bakteri e.coli

Epididimitis, merpakan infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria, penyebabnya adalah E.coli dan Chlamydia.

Orkitis, merupakan peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Terjadi pada pria dewasa yang menyebabkan infertilitas.

Kesehatan Organ Reproduksi

Pada wanita, untuk menjaga kesehatan organ reproduksinya adalah

  • Selalu membersihkan mulut vagina bagian luar setelah buang air, lebih baik dengan air hangat dan sabun dengan kadar soda yang rendah
  • Menggunakan obat antiseptic 2 minggu 1x yaitu di pertengahan siklus menstruasi
  • Setelah dibersihkan, vagina di lap dengan tisu kering atau handuk khusus agar tidak lembap, jika lembap akan muncul bakteri dan jamur
  • Menggunakan celana bahan katun agar menyerap keringat
  • Tidak member bedak pada daerah vagina karena dapat menimbulkan kanker
  • Jangan menahan untuk buang air kecil, jika ditahan tanpa sadar urin akan menetes sehingga dapat menumbuhkan kuman
  • Segera memeriksakan ke dokter bila ada keluhan

Pada pria, untuk menjaga kesehatan organ reproduksinya adalah

  • Melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara rutin agar kelainan dapat ditangani lebih awal
  • Melindungi testis selama beraktivitas
  • Mengurangi kebiasaan mandi dengan air panas temperature sejuk diperlukan untuk perkembangan sperma
  • Menjalankan pola hidup sehat
  • Menghindari minuman alcohol dan rokok

Sistem reproduksi vertebrata

Dalam system ini terdapat 2 fertilisasi yaitu fertilisasi internal dan fertilisasi eksternal. Fertilisasi eksternal merupaka penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di luar tubuh hewan betina. Fertilisasi ini berlangsung dalam suatu media cair, misalnya air dan contohnya adalah ikan. Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh induk hewan betina. fertilisasi ini terjadi karena adanya peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke alat kelamin betina. Fertilisasi ini terjadi pada hewan darat seperti burung reptil dan mamalia.

Terdapat juga 3 cara perkembangan embrio yaitu ovipar, vivipar dan ovovivipar. Ovipar ini adalah dengan cara bertelur, vivipar ini dengan cara beranak, dan ovovivipar ini dengan cara bertelur dan beranak

Sistem reproduksi invertebrata

Dibagi atas 2 macam yaitu reproduksi aseksual dan seksual

Reproduksi seksual pada invertebrata ini dicirikan dengan adanya penyatuan gamet yaitu sperma dan ovum. Fertilisasi ini pun sering dijumpai di cacing tanah yang bersifat hemafrodit.

Reproduksi aseksual pada invertebrata ini dijasdikan sebagai alternatif dan bukan manjadi pengganti dari reproduksi seksual. Jadi pada umumnya hewan invertebrata melakukan reproduksi. Beberapa spesies yang tingkatannya lebih tinggi berkembang biak dengan cara partogenesis. Partogenesis ini merupakan telur yang dihasilkan oleh hewan betina yang berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi.

Berikut ini ada video yang menjelaskan tentang sistem reproduksi wanita dan pria. Semoga melalui video ini anda bisa lebih memahami🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s